Teks Eksposisi

Kemacetan di JABODETABEK

Kemacetan merupakan masalah yang serius saat ini. Khususnya di wilayah Jabodetabek, banyak sekali penyebabnya. Pada umunya kemacetan di Jabodetabek disebabkan oleh peningkatan laju pertambahan jalan (termasuk jalan tol) sebesar 1% per tahun, yang tidak sebanding dengan laju pertambahan kendaraan yang mencapai 11% pertahun. Hal ini menyebabkan kemacetan yang parah pada jam-jam tertentu.

Sementara itu, kualitas rencana tata ruang juga belum memadai, pengendalian pemanfaatan ruangnya kurang rapih sehingga menyebabkan penataan ruang menjadi tidak efektif. Fakta menunjukkan bahwa penataan ruang tidak mampu mengendalikan kegiatan.

Tidak hanya itu, perlintasan satu arah (sebidang) juga merupakan penyebab kemacetan di kawasan Jabodetabek yang jumlahnya saat ini mencapai 46 kawasan, terdapat lebih dari 100 titik simpang rawan macet di Jakarta.

Belum lagi, pada musim hujan, faktor genangan dan banjir menambah tingkat keparahan kemacetan. Sekitar 7 juta penduduk Jabodetabek yang melintas di jalan raya di antaranya 3 juta lebih penduduk menggunakan kendaraan pribadi yang memburuk kemacetan di Jakarta, sedangkan Busway sebagai angkutan andalan di Jakarta hanya mampu mengangkut sekitar 250.000 orang/hari atau hanya sekitar 6% dari total penduduk yang lalu lalang.

Keadaan ini dari waktu ke waktu semakin tidak menguntungkan, sehingga jika dibiarkan sudah tentu akan memunculkan masalah baru dikemudian hari. Maka dari itu kita sebagai penduduk Jabodetabek harus berusaha mengurangi kemacetan di Jabodetabek. Contohnya adalah menggunakan kendaraan umum setiap perjalanan, menaiki sepeda saat ingin ke sekolah atau sebagainya. Kemudian untuk pemerintah sudah saatnya memeriksa titik-titik kemacetan dan memperlebar jalur di titik kemacetan itu. Jika perlu melakukan penggusuran di wilayah tersebut.

Komentar